Matematika dan Sikap Hidup Manusia

Segala disiplin ilmu pasti akan memberikan suatu dampak dalam kehidupan manusia, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Berikut ini akan dijelaskan dampak positif pembelajaran matematika yang berkaitan dengan sikap terpuji atau akhlak mahmudah. Sikap-sikap terpuji yang diuraikan dibawah ini dikutip dari buku yang ditulis oleh Abdusysyakir, berjudul Ketika Kyai Mengajar Matematika.

  1. Sikap teliti, cermat dan hemat

Matematika disebut sebagai ilmu hitung karena pada hakekatnya matematika berkaitan dengan masalah hitung-menghitung. Pengerjaan operasi hitung untuk mencari hasil dilakukan dalam pembelajaran matematika mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Dalam pengerjaan operasi hitung, seseorang dituntut untuk bersikap teliti, cermat, hemat, cepat dan tepat. Saat mengerjakan masalah matematika, seseorang sebenarnya dituntut untuk mengerjakan dengan teliti dan cermat. Jangan sampai ada pengerjaan atau langkah yang salah. Langkah demi langkah pengerjaan diteliti dan dicermati. Setelah diperoleh hasilnya, hasil itu perlu dicek lagi apakah sudah menjawab permasalahan atau tidak. Intinya, matematika mengejari seseorang untuk jeli dan berhati-hati dalam melangkah.

Matematika juga melatih sikap hemat atau tidak boros. Kita dapat melihat bahwa orang-orang matematika selalu simpel dalam bertindak dan berbicara, selalu to the point, dan tidak bertele-tele seperti orang sosial. Kalimatnya ringkas dan mudah dipahami. Bukankah ini suatu bentuk sikap hemat?

Penggunaan simbol sebagai alat berkomunikasi dalam matematika juga memuat unsur pembelajaran sikap hemat. Untuk menyatakan “unsur x merupakan anggota himpunan A” digunakan simbol “x∈A”. Untuk menyatakan ‘f adalah fungsi dari himpunan A ke himpunan B” digunakan simbol “f:A→B”. Hodojo(1979:97) menyatakan bahwasimbol bermanfaat untuk penghematan intelektual, karena simbol dapat mengkomunikasikan ide secara efektif dan efisien.

  1. Sikap jujur, tegas dan bertanggung jawab

Matematika juga mengajarkan sikap jujur, tegas dan benar. Misalnya seorang guru meminta seorang siswa menghitungb hasil perkalian bilangan bulat 3 x 4. Kalau tidak bisa menghitung, siswa tersebut harus jujur untuk mengatakan tidak bisa. Jika tidak bisa tapi mengatakan bisa, maka saat disurug mengerjakan akan ketahuan akan tidak bisa.

Tegas pada kasus diatas adalah bahwa hasil kali perkalian bilangan bulat 3 x 4 pasti 12. Kita tegas mengatakan 3 x 4 = 12 adalah benar. Kalau bukan 12, kita tegas mengatakan itu salah. Dalam matematika hanya ada dua pilihan, benar atau salah. Tidak mungkin benar sekaligus salah, separo benar atau separo salah. Jadi, matematika mengajarkan sikap tegas. Tegas mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Tidak abu-abu.

Matematika juga berkenaan dengan masalah pembuktian. Langkah-langkah dalam pembuktian matematika harus berdasarkan pada hal-hal yang sudah diakui kebenarannya. Langkah demi langkah harus berdasarkan alasan yang kuat dan benar. Dengan cara ini sebenarnya matematika mengajarkan sikap hidup benar dan bertanggung jawab.

  1. Sikap pantang menyerah dan percaya diri

Seperti yang telah dirumuskan dalam tujuan pembelajaran matematika, matematika juga sebenarnya mengajarkan untuk bersikap pantang menyerah dan percaya diri. Saat mengerjakan atau menyelesaikan masalah matematika, kita tidak boleh pantang menyerah. Saat gagal atau tidak dapat menjawab, kita dituntut un tuk mencari cara lain untuk menjawab. Kita harus percaya diri bahwa kita bisa. Sungguh matematika mengajarkan pentingnya sikap pantang menyerah dan percaya diri.

Masih banyak lagi sikap positif yang dapat diperoleh dari belajar matematika, misalnya sikap suka bekerja sama, tolong menolong dan saling menghargai olang lain. Jadi, pembelajaran matematika sangat penting dalam rangka pembentukan pribadi yang berkualitas. Matematika tidak hanya dapat dipandang sebagai ilmu yang mementingkan kemampuan kognitif.

Leave a comment

Filed under Matematika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s